You're My Hero 03
Posted
selamat datang! You're My Hero 03
, Enjoy read! You're My Hero 03 maaf mengecewakan You're My Hero 03 selamat menikmati deh :D
###
Ify ngedumel di ruang tamu. Bolak-balik ngliatin jam tangannya.
"kemana sih tuh anak? Biasanya juga 15menit nyampe, sekarang udah lewat setengah jam, eh kaga dateng-dateng! Aduuh kaga tau orang lagi panik ajasih!"
Tintin!
Nah! Ify langsung berdiri dan berlari keluar rumah.
"lama amat sih lo! Gue hampir jam..."
"buruan naik! Gue tinggal lo ntar!"
Ify langsung bungkam. Sembarangan ajasih nih anak! Kan Ify belum selesei ngomong, eh di potong make gunting eh salah, make kata-kata pedes yang dicampur cabe lima kilo (?). Huh!
"Zeva sakit apasih, Fy?" tanya Gabriel.
"gue nggak tau. Via cuma bilang kalau Zeva masuk rumah sakit aja. Dia nggak jelasin Zeva sakit apaan" jawab Ify dengan nada cemas (?).
"jadi Via ada disana juga?" Gabriel sebenernya nggak tau kenapa dia nanyain Via. Hmm..
"iyalah. Agni juga!" jawab Ify.
Gabriel menarik napas lega. Huuh untunglah Ify engga nanya alasan dia nanyain Via.
***
"Ag, gue takut kalo Zeva kenapa-kenapa! Hiks" Via menangis sesenggukan di bahu Agni.
Agni menarik napas. "positive thinking dong, Vi. Gue juga takut kalau ada apa-apa sama Zeva. Tapi yang bisa kita lakuin buat dia cuma berdoa. Berdoa buat kesembuhan dia.." ucap Agni bijak.
"Ag, Vi, Zeva gimana?" tanya Ify yang tiba-tiba dateng.
Via dongak. "dia masih di dalem, daritadi dokternya belum keluar-keluar, Fy!" jawab Via kalut (?)
Ify terkejut. Dia lalu duduk lemes di bangku sebelah Via.
"lo tadi kesini sama siapa, Fy?" tanya Via heran. Nih anak kok tiba-tiba nongol (?) gitu?
Ify jadi clingukan. "kakak gue. Tapi dimana dia sekarang?" Ify masih clingukan.
"eh, CRAG minus Kak Rio, itu!" Agni menunjuk ke tiga orang cowok yang berjalan melewati koridor rumah sakit.
Via sama Ify langsung noleh.
"lah? Kok jadi ada Kak Alvin sama Kak Cakka sih? Padahal gue tadi kesini sama Kak Iel doang.." Ify terheran-heran.
Sementara itu, Via malah manyun. "kok Kak Rio-nya nggak ada sih.."
Agni mencubit pipi chubby Via. "kan ada Kak Alvin, Vi!" goda Agni.
"apaan sih?! Ih Agni gitu deeeh.." Via malah makin manyun.
"Hai, Ag.." Cakka nyolek pipi Agni.
Agni langsung noleh. Seketika itu wajahnya langsung memerah.
"ha-hai, Kak Cakka.." sahut Agni kikuk.
"hai Kak Cakka, hai Kak Iel, hai Kak Alvin, Kak Rio dimana?" tanya Via.
"Yee.. Agni yang di sapa cuma Cakka doang?? Iih.. Hai, Vi, Rio lagi di rumah sakit ini juga, kita mau nyamperin dia." jawab Gabriel dilengkapi senyum mautnya (?)
"hah? Kak Rio di rumah sakit? Dia kenapa?" tanya Ify tiba-tiba. Sedetik kemudian, dia langsung merutuki perbuatannya. Bego!
"ciee Ify perhatian nih sama Rio?? Ckckck.." seru Cakka.
Sementara Via malah menatap Ify tajam. Seolah-olah marah banget. Ify sadar, dia harus segera menetralisir keadaan ini.
"ya gue kan cuma nanya, heran aja gitu Kak Rio kok bisa masuk rumah sakit, kan biasanya dia yang bikin orang masuk rumah sakit. Masa sih dia kalah berantem trus babak belur? Trus.."
"Rio nemenin neneknya di rumah sakit ini, dia di suruh papanya. Jadi dia bukan kalah berantem atau apaan. Kan Rio jagonya berantem di sekolah kita" potong Gabriel cepat. Dia udah gabetah kalo Ify ngomong panjang lebar sama dengan luas persegi panjang gitu (?)
"ohh.." Ify cuma manggut-manggut.
"eh elo yang namanya Sivia?" tanya Alvin ke Via.
Via menatap cowok chinesse di hadapannya itu. "iya, kenapa, Kak?" tanya Via nggak ngerti. (kalo ngerti, ya gabakal tanyalah, Ri-_-)
"Sivia Azizah?" tanya Alvin lagi.
Via cuma ngangguk.
"ohh.. Yayaya.." Alvin memegang dagunya lalu melihat Via dari ujung kepala sampai ujung kaki (?). Via jadi risih diliatin kaya gitu.
"ada apaan sih, Kak?" tanya Via.
Alvin tersenyum. "gapapa, berarti bentar lagi kita bakal jadi satu keluarga!" cetus Alvin (?)
"hah? Eh lo mau nglamar Via, Kak? Eits nggak boleh! Via masih 15tahun (boong-_-), belum boleh nerima lamaran! Meskipun orangnya secakep elo! Ya kan, Vi?" seru Ify tiba-tiba.
"hahahahaha siapa juga sih yang mau nglamar Via? Ish Ify sotoy deh!" Alvin nyolek idung Ify (?)
"loh? Trus? Kok kakak tadi bilang bakal jadi satu keluarga sama Via? Kalo bukan nikah apaan dong?" tanya Ify dengan polosnya (?)
Alvin narik napas. "kapan-kapan gue cerita ke elo deh. Cari Rio yuk, kesian gue tuh anak pasti kesepian. Duluan yaa.." Alvin ngacir meninggalkan tiga cewek tadi.
"duluan ya, Ag." Cakka menepuk pundak Agni dan tersenyum. Membuat Agni (dan CL tentunya :p) meleleh (?).
Agni cuma membalas dengan senyuman. Senyuman malu-malu.
"lo entar baliknya sama temen-temen lo ini atau sama gue?" tanya Gabriel ke Ify.
Ify noleh ke temen-temennya. Seolah tanya kalian-tadi-kesini-naik-apa-? (?).
"gue tadi di anter sama sopir, Fy.." ucap Via.
"gue naik taksi" sahut Agni.
Ify manggut-manggut lalu noleh ke Gabriel. "sama elo ajadeh, ntar gue telepon" ucap Ify.
"oke!" Gabriel mengacak-acak rambut Ify.
Ify jadi heran. Tumben banget kakaknya yang judes rese ngeselin jadi care gini? Wah pasti ada udang di Balikpapan nih (?).
***
Untung Zeva nggak apa-apa. Kondisinya cuma drop gara-gara kecapean. Ya, akhir-akhir ini Zeva emang kayanya sibuk banget. Nggak tau ngapain.
"oh iya, Dok, sebenernya Zeva sakit apasih? Kok tiap kecapean dikit dia langsung drop kaya gini?" Ify memberanikan diri bertanya.
Dokter tampak sedikit kaget mendengar pertanyaan Ify. Tapi sebagai dokter, dia harus bersikap profesional (?).
"daya tahan tubuhnya lemah, jadi kalau kecapean sedikit saja, dia bisa langsung drop seperti ini" jawab Dokter.
Ify cuma manggut-manggut. Via sama Agni juga (?).
"kalau begitu, saya tinggal dulu," Dokter undur diri keluar kamar rawat Zeva.
"oh iya, Dok. Silahkan.." ucap Agni.
Dokter tersenyum lalu keluar dari kamar itu.
"Ze, sebenernya lo sakit apaan sih? Perasaan akhir-akhir ini lo makin sering masuk rumah sakit deh? Crita-crita dong, Ze.." tanya Via.
Zeva tersenyum. "kan tadi Dokter bilang, daya tahan tubuh gue lemah, jadi ya gampang sakit.. Hehe.." jawab Zeva.
"tapi kan ya nggak sesering ini juga, Ze.." ucap Ify sambil nunduk.
Zeva miris melihat ekspresi sahabat-sahabatnya itu. Tapi dia nggak mungkin bilang. Dia nggak mau mereka tau!
"gue nggak papa kok, beneran.." ucap Zeva dengan nada yang dibuat yakin (?).
Agni, Ify dan Via cuma tersenyum.
"sori gue boong, gue nggak mau liat kalian sedih.." ucap Zeva dalam hati.
"Kak Zevaaa... Gue dateng nih!" tiba-tiba sebuah suara (?) memenuhi kamar itu.
Zeva noleh. "Ojeeeekk.. Kapan lu dateng??" Zeva langsung duduk. Wajahnya langsung berseri-seri (?)
"barusan. Hai Kak Ify, Kak Via, Kak Agni.. Tadi gue udah nyampe rumah, tapi katanya lo ada di rumah sakit, yaudah gue kesini aja langsung" jawab cowok kecil manis (?) itu.
"eh ini Ozy ya, Ze?" tanya Via nggak yakin.
Zeva noleh. "iya, ini Ozy, adik gue.." jawab Zeva sumringah (?)
"hah? Yang bener, Ze? Yaampuuuun manis banget!!" seru Ify tiba-tiba.
"yah penyakitnya Ify kambuh tuh" celutuk Agni tiba-tiba.
Via sama Zeva terkejut. Terlebih Ify.
"penyakit apaan?" tanya mereka bertiga kompak.
"dia heboh kalau ada cowok manis!” jawab Agni.
Mereka semua tergelak. Tertawa terbahak.
“hahaha ada-ada aja sih lo, Ag! Biasa aja kali hahaha..” sahut Ify.
“hih dasar lu, Fy! Eh lo kesini sama siapa, Jek?” Tanya Zeva ke Ozy. Panggilan Zeva buat Ozy itu Ojek, alias Ozy JEleK. Hehe (pis Fz ^^v)
“sendirian, Mama nggak mau nemenin sih. Apalagi Papa. Dia sih sibuk terus, Kak!” jawab Ozy.
Oh iya, Ozy ini ikut orangtua Zeva yang kerja di Singapore (sok nginggris--") eh Singapura (sama aja kali, Ri-.-"). Zeva emang sendirian di rumah. Kadang-kadang Ozy main ke Indonesia, ya sekedar jenguk kakaknya yang tercinta (?)
Oke, kembali ke cerita..
“buseeet.. berani lo dari Singapur ke sini sendirian?” tanya Agni.
“lah? Kenapa nggak berani? Kan deket, Kak!” jawab Ozy sekenanya.
“ya biarpun deket, apa orangtua lo nggak khawatir, Zy?" tanya Ify
Ozy menggeleng. “oh iya, Kak. Bentar lagi gue bakal sekolah di Indonesia loh!” seru Ozy
“hah? Yang bener? Kok gitu?” tanya Zeva
“iya, bener. Papa nyuruh gue buat sekolah disini, nemenin elo, Kak! Hehe” jawab Ozy
“mulai kapan?” tanya Zeva lagi
“tahun ajaran depan lah. Nanggung, udah mulai semester dua kan sekarang?” sahut Ozy.
"hmm iyasih.. Yes! Berarti gue bakal ada temennya di rumah!" seru Zeva girang.
"jaaah dasar!" Ozy ngacak-acak rambut Zeva.
"eh udah jam segini, gue pulang dulu ya, Ze.." pamit Via.
"eh iya, gue juga, Ze!" seru Agni dan Ify barengan.
"ati-ati ya.." ucap Zeva.
"oke, cepet sembuh ya, Ze.." Agni menepuk pundak Zeva. Zeva hanya tersenyum.
"cepet sembuh, Ze.." Via mencolek (?) pipi Zeva. Lagi-lagi Zeva cuma senyum.
"Zevaa.. Cepet sembuh ya.. Gue nggak mau tau, pokoknya lo besok harus masuk sekolah! Kalo enggak, gue suruh Kak Alvin kesini!" ancam Ify sekenanya.
Zeva terbelalak. "oke, besok gue nggak masuk aja! Hehe.." tuh cewek malah cengengesan-_-
"hah? Aduh salah ngomong deh gue! Maksud gue, hmm yadeh terserah bingung gue jadinya!" Ify malah nyerocos nggak jelas.
"balik dulu ya, Ze.." Via sama Agni melambaikan tangan meninggalkan kamar Zeva. Zeva tersenyum.
"gue juga deh, Ze, Zy. Daaah..." Ify berlari menyusul Agni dan Via. Yah tapi karena mereka pulang dengan cara yang berbeda-beda (?), Ify akhirnya duduk di kursi di depan kamar Zeva, nunggu kakaknya.
***
"nenek lo sakit apa sih, Io?" tanya Gabriel.
"gue nggak tau, tadi tiba-tiba aja dapet kabar kaya gini, trus papa nyuruh gue nungguin sampe nenek sadar, yah berhubung gue sayang banget sama nenek gue, ya gue turutin ajalah." jawab Rio panjang lebar.
Gabriel melongo. Nggak percaya kalo Rio bisa ngomong panjang lebar kaya gitu.
"Io, lo kok jadi kaya Ify sih?" tanya Gabriel rada panik. Iyalah panik! Secara, punya adik bawel kaya gitu bener-bener bikin dia gabetah di rumah. Jangan sampe sahabatnya inipun mendadak bawel juga. Bisa gabetah di mana-mana!
"hah? Kaya Ify? Ify siapa?" tanya Rio. Bukannya sombong atau gimana, tapi dia emang nggak tau anak yang namanya Ify (?)
Gabriel menepuk jidatnya. "astaga, Io.. Masa lo nggak tau sih?" tanya Gabriel balik (?)
Rio menggeleng. "cewek elo ya? Ciee.. Nggak bilang-bilang nih kalo udah punya cewek!" seru Rio.
Gabriel melongo. Cakka sama Alvin juga.
"Io, Ify itu adek gue. Bukan cewek gue!" bantah Gabriel nggak terima. Amit-amit deh punya cewek kaya Ify, bawelnya selangit bo'! (piss IFC-_-v just story yak :)
"hah? Adek? Adek lo bukannya namanya Alysa? Kok Ify?" Rio jadi nggak mudeng.
Gabriel jadi heran. "nama asli dia emang Alysa, tapi panggilannya Ify. Kok lo tau nama asli Ify tuh Alysa?" Gabriel nanya balik.
"tag name-nya. Waktu mau nganter dia ke Yupi's Cafe itu gue nggak sengaja liat tag name-nya. Alysa Saufika. Iyakan?"
Gabriel mengangguk. Tiba-tiba hapenya bercicit (?). Pertanda ada SMS.
---
From: IfYupi Bawel
Kak, gue udah selesei, pulang yuk?
---
Gabriel mengantongi (?) hapenya kembali.
"gue duluan ya, Bro. Ify udah selesai katanya.." pamit Gabriel lalu meninggalkan ketiga sahabatnya itu.
***
Pelajaran olahraga. Huh. Pelajaran yang paling di benci Ify. Bikin keringetan trus bau ;( (?)
Ify pun berjalan lesu ke lapangan basket. Dia bener-bener nggak semangat ikut pelajaran olahraga. Eh emangnya Ify pernah semangat ikut olahraga? Kayanya engga deh--'
Setelah pemanasan, Ify istirahat di pinggir lapangan. Anak-anak cowok pada main basket di tengah lapangan (iyalah--')
Ify duduk sendirian disana. Anak-anak cewek yang lain pada ngumpul di sudut lain (?). Via sih tadi katanya beli minum di kantin. Ya jadi deh, Ify sendirian.
Lagi asik-asiknya main hape, Ify nggak sadar kalau bola basket melayang mengincar kepalanya (?).
"Heh, awas!" tiba-tiba seorang cowok berdiri di depan Ify dan menangkap bola itu.
Ify dongak lalu buru-buru nutup muka. Dia takut. Takut sama bola (?)
Cowok itupun segera melempar bola ke tengah lapangan lagi, tempat anak-anak cowok main.
"makasih, Kak!" teriak cowok-cowok itu lalu main basket lagi.
Cowok yang nolong Ify tadi langsung pergi dari situ. Meninggalkan Ify yang masih ketakutan (?)
Ify pun memberanikan diri membuka telapak tangan yang dipakainya untuk nutupin muka tadi.
"hei, kemana cowok tadi?" tanya Ify dalam hati sambil clingukan.
"yelah kok udah pergi sih? Kan gue belum bilang makasih! Hih yaudahlah" pikir Ify.
Sementara itu sepasang mata (?) yang melihat kejadian tadi menjadi hampir berkaca-kaca.
"nggak, Ify nggak mungkin makan temen. Itu tadi cuma kebetulan. Tapi kenapa rasanya sakit gini??"
###
.jpg)